54 Persen Pengguna Jalan Tol Tabrak Aturan PSBB

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI menerapkan pembatasan sosial berskala gede, mulai 10 hingga 23 April 2020. Ini dilakukan, demi menutup rantai penyebaran virus corona dalam Indonesia.

Selama sembilan hari pelaksanaan PSBB, Jasa Dasar bersama Kepolisian dan Dinas Relasi mencatat, masih banyak pelanggaran dengan dilakukan pengguna jalan bebas gangguan. Jumlahnya 1. 549 unit, atau sekitar 54 persen dari 2. 863 unit yang diperiksa.

Dikutip dari keterangan resmi Jasa Marga, Minggu 19 April 2020, data tersebut didapat dari tiga titik pemeriksaaan yang dipasang di akses gerbang tol, yakni GT Tomang Tol Dalam Kota, GT Kapuk Tol Sedyatmo, dan GT Cikunir 2 Tol Jakarta Outer Ring Road atau JORR.

Pada hari baru, jumlah presentasi para pelanggar mencapai 57 persen, lalu naik dalam hari berikutnya menjadi 66 obat jerih. Pada hari ke-9, ada 68 persen yang tidak mematuhi petunjuk PSBB.

Jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan, yaitu tidak mengenakan masker , yang mencapai 72 persen. Tatkala, kendaraan yang sering melanggar merupakan yang berukuran kecil. Pelanggaran total penumpang melebihi ketentuan, hanya 19 persen.

Lihat Juga

Sebelumnya,? Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menjelaskan, penindakan pada mereka yang melanggar aturan PSBB sudah diterapkan.

Namun, pengenaan sanksi pantas pasal 93 Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan tubuh, yang dendanya mencapai Rp100 juta, merupakan upaya hukum terakhir.

“Sudah mulai efektif, mereka yang melanggar aturan dan melawan kami kenakan sesuai Pasal 93. Tapi, itu upaya terakhir, ” tutur Yusri.