Cara Tahu Penyakit Mobil dari Bau Kabin

Cara Tahu Penyakit Mobil dari Bau Kabin

VIVA – Tidak semua kerusakan di dalam mobil bisa dideteksi dengan semoga. Terkadang, muncul gejala yang sifatnya sepele, tapi bisa jadi pertanda ada masalah besar yang hendak terjadi kemudian.

Fakta tersebut bisa hadir dalam bervariasi bentuk, mulai dari lampu parameter di panel instrumen menyala, atau kendaraan bekerja tidak sebagaimana sepantasnya. Misalnya, setir pada mobil miring mengarah ke satu sisi. Kejadian itu bisa berarti ada jalan depan yang kurang tekanan anginnya, atau ada kerusakan pada pola power steering.

Baca juga: Mobil Baru Wuling Rp120 Juta, Senyaman Innova

Cara lain untuk bisa mendeteksi kerusakan pada mobil, yakni melalui bau tertentu yang menyembul di dalam kabin. Dilansir VIVA Otomotif dari laman resmi Wuling Indonesia , Minggu 21 Juni 2020, berikut penjelasannya:

Aroma minyak bumi

Wajar jika ada bau bensin usai mengisi bahan bakar di SPBU. Tapi, jika bau tidak kering 30 menit setelahnya, bisa jadi ada kebocoran di tangki.

Bau asap knalpot

Bau ini umum tercium bila kaca jendela dibuka. Tapi, jikalau semua kaca tertutup rapat, oleh karena itu bisa jadi knalpot bocor & asapnya masuk ke dalam kamar. Bau ini bisa menyebabkan kematian, jika dihirup terlalu banyak.

Bau telur rongsok

Makanan dengan tertinggal lama di dalam mobil bisa menimbulkan bau ini. Namun, pasal lainnya yakni senyawa sulfur (belerang) kelanjutan kerusakan pada katalis converter , filter bensin, atau sensor tekanan bensin. Oli transmisi juga bisa menimbulkan bau itu, jika lama tidak diganti

Bau terbakar

Sumber utama biasanya kompartemen mesin atau knalpot, boleh itu ada kabel yang korsleting atau karet penahan menempel dalam pipa pembuangan.

Bau apek

Bau asam atau apek kerap muncul dari AC mobil. Tersebut tanda bahwa ventilasi di filter udara dalam sistem AC mobil sangat lembap serta berjamur.