Cerita Dibalik Terciptanya Ban Mobil Anti Kempis dan Kebal Peluru

Cerita Dibalik Terciptanya Ban Mobil Anti Kempis dan Kebal Peluru

VIVA – Kaya komponen kendaraan lainnya, ban dengan dipasang pada mobil kini terus dikembangan. Jika dulu ban diisi tekanan angin, maka di kala depan ban tak perlu sedang memakai tekanan angin.

Karet bundar itu dirancang sedemikian rupa untuk tetap bisa membekukan bobot kendaraan, berputar dengan ideal saat mobil melaju tanpa harus memakai pelek konvensional dan diisi tekanan angin.

Permutasi pada ban tersebut, mengurangi efek ban kempis atau bahkan meledak saat berkendara di jalanan. Rancangan ban moderen tanpa tekanan jalan, sudah diwujudkan oleh tim teknis dari Poltekad TNI AD.

Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Nugraha Gumilar. Dia mengutarakan, inovasi untuk merancang ban anti kempis dan kebal peluru tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2017, dengan melibatkan enam orang di tim utama.

Menyuarakan juga: Keren, Ada Ban Mobil Anti Kempis dan Kebal Pelor Rancangan TNI

“Kami buat pertama kali itu sedang pakai alat manual, tetapi hasilnya enggak bagus. Lalu, kami terus mencari tahu dan mulai me desain ban dan jari-jari rodanya ini pakai mesin supaya hasilnya lebih bagus, ” ujarnya masa dihubungi VIVA Otomotif, Selasa 4 Agustus 2020.

Ban anti kempis dan kebal peluru itu, kata tempat, dirancang menggunakan bahan karet zona dan campuran senyawa kimia lainnya. Seperti alas kaki kendaraan yang lain, perluk perhitungan teknis agar jalan bisa menopang bobot kendaraan dengan sempurna.

“Sebelum dipasang di kendaraan, kami desain dulu, lalu dirapatkan dalam grup. Sesudah itu diuji secara parsial. Oleh karena itu memang melibatkan banyak anggota untuk mengembangkannya, ” paparnya.

Selain itu, kata dia, bilangan karetnya juga harus dirancang sangat sempurna. Jadi bukan hanya anti kempis dan bisa menahan pukulan peluru saja, ban juga harus bisa berputar dengan baik, serta tidak menganggu kenyamanan pengemudi & penumpang.

“Untuk mewujudkan ban ini, beberapa kami lakukan di luar laboratorium Poltekad, tengah ini kami belum punya instrumen khususnya untuk bisa membuat wujud pelek jarinya-jarinya yang bulat sempurna. Sisanya, semua rancangan dan tes coba kami lakukan bersama tim, ” paparnya.