Hujan-hujanan Naik Motor Pakai Sendal, Awas Kena Leptospirosis

VIVA – Mengendarai motor saat abu sudah menjadi hal yang umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Selain ingin cepat tiba di letak tujuan, air yang turun pula bisa diakali agar tidak membasahi pakaian dengan cara memakai jas hujan.

Apalagi lazimnya di perkotaan, saat hujan turun kondisi lalu lintas cenderung bertambah macet dari biasanya. Motor menjadi alat transportasi yang efektif, zaman antrean memanjang akibat adanya banjir.

Meski bisa mengambil jalur alternatif dengan mudah, namun tak jarang pemotor nekat mengacung banjir yang ada. Saat mengabulkan itu, mereka biasanya melepas kuda dan menggantinya dengan sandal.

Penggunaan sandal dianggap efektif, karena saat enak bisa dikeringkan dengan mudah. Berbeda dengan sepatu, yang butuh periode lebih lama. Meski demikian, ternyata ada bahaya di balik kebiasaan tersebut.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Federaloil , Senin 18 Januari 2021, kaki yang hanya bersandarkan sandal bakal sesekali menyentuh genangan air.

Masalahnya, di genangan tersebut banyak sekali aib yang ikut hanyut. Salah satunya, bakteri yang dikenal dengan tanda leptospirosis.

Bakteri ini biasanya ada dalam urine hewan, termasuk tikus yang sering hidup di area cacat. Adanya genangan air dan timbunan sampah, membuat penyakit ini barangkali merambak.

Ketika menempel pada kaki pengendara motor, bakteri tersebut akan menimbulkan gejala aib seperti demam, sakit kepala, sakit otot, gangguan pencernaan, hingga gegabah merah.

Tak jarang, penderita leptospirosis justru menganggap bahwa munculnya gejala itu adalah kelanjutan kehujanan. Untuk mencegahnya sangat mudah, yakni dengan mencuci kaki masa tiba di rumah.