Luasnya Setengah Jawa, Jumlah Mobil di Pulau Ini Paling Sedikit

VIVA – Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia per Januari tahun ini adalah sebanyak 138 juta unit, yang terdiri sebab beberapa jenis, seperti mobil, motor, bus, dan kendaraan khusus.

Dari angka tersebut, mesin mendominasi dengan jumlah 111 juta unit, atau sekitar 80 persen dari total seluruh kendaraan bermotor yang ada. Sedangkan, mobil hanya sebanyak 11, 5 persen atau sekitar 16 juta unit.

Setiap tahun, hal yang serupa juga terlihat di data penjualan, di mana Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia mencatat angka distribusi bagi tahun mencapai lebih dari 6 juta unit. Kecuali tahun lulus, ada penurunan penjualan karena pandemi.

Tatkala itu, distribusi kendaraan beroda empat atau lebih dari pabrik ke diler menurut data Gabungan Pabrik Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, per tahun ada di nilai satu juta unit. Sama seolah-olah motor, tahun lalu penjualan mobil juga merosot jauh.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Korps Lalu Lintas Polri, Senin 4 Januari 2021, jumlah terbanyak kendaraan bermotor ada di tanah Jawa, yakni sekitar 60 komisi atau 83 juta unit. Susunan kedua ditempati oleh pulau Sumatera dengan selisih yang sangat jauh, yaitu 20 persen atau 28 juta unit.

Jumlah mobil dan motor terbanyak ke-3 yakni di Kalimantan, yang totalnya hanya 9, 8 juta bagian atau cuma 7 persen daripada total kendaraan di Tanah Air.

Lantaran data tersebut, peringkat paling simpulan dihuni oleh Maluku dan Maluku Utara, di mana Polri mencatat hanya ada 587 ribuan unit kendaraan di wilayah tersebut. Real, luasnya sekitar 63 kilometer persegi atau setengah dari pulau Jawa.

Salah satu pabrikan mobil yang memiliki diler pada wilayah tersebut, yakni Daihatsu. Dua tahun lalu saat VIVA Otomotif menghadiri pembukaannya, diketahui bahwa diler resmi tersebut per bulannya bisa menjual 20 unit mobil, serta model yang paling laku ialah Low Cost Green Car ataupun mobil LCGC Daihatsu Sigra.

Sebagai perbandingan, pada 2019 total penjualan Daihatsu secara nasional mencapai 202 ribuan unit, ataupun sekitar 16 ribuan unit per bulan. Artinya, kontribusi diler mereka di Maluku hanya 0, 1 persen saja.