Nekat Langgar PSBB di Bogor, Hukumannya Baca Alquran

Nekat Langgar PSBB di Bogor, Hukumannya Baca Alquran

VIVA – Bogor menjadi salah satu wilayah, yang menerapkan pembatasan baik berskala besar atau PSBB. Kejadian ini dilakukan, untuk memutus rantai penyebaran virus corona di provinsi tersebut.

Aturan PSBB yang diberlakukan, sama dengan diterapkan di Jakarta. Mulai dari mengenakan masker saat memakai kendaraan pribadi maupun umum, mematok membatasi jumlah kapasitas mobil tenggat 50 persen saja.

Khusus untuk pengguna kendaraan bermotor roda dua, mereka diizinkan berboncengan asalkan memiliki domisili yang sesuai, alias satu alamat di kartu identitas.

Hingga hari ke-15 penerapan PSBB, petugas masih menemukan banyak warga yang melakukan pelanggaran aturan. Buat memberi efek jera, Polsek Sukaraja rupanya punya cara khusus.

Baca juga: Waspada Pencurian saat Isi Bensin di SPBU

Dilansir daripada VIVanews , Jumat 1 Mei 2020, efek jera tersebut melibatkan seorang anggotanya, yang serupa merupakan ustaz guru Alquran. Di setiap pengguna jalan yang ketahuan menyelenggarakan pelanggaran PSBB dan beragama Agama islam, maka ia diwajibkan membaca Tulisan An-Nisa ayat 59.

Lihat Juga

Satu persatu warga yang melintas di perbatasan Tanah air dan Kabupaten Bogor, diperiksa dalam pos. Mereka yang kedapatan tidak mengenakan masker, langsung diberi sanksi oleh ustaz Aiptu M Khaeroni.

Awalnya, mereka diminta mendengarkan ustaz membacakan Alquran Surat An-Nisa ayat 59. Lalu, mereka diminta untuk menimbrung membacanya. Tak hanya itu, petugas kemudian juga memasang stiker bertuliskan Surat An-Nisa di kendaraan milik pelanggar.

“Dengan membacakan ayat itu, saya berharap kepada warga muslim tidak lagi melanggar aturan pemerintah yang sudah dibuat, khususnya PSBB tersebut, ” ujarnya.

Tatkala itu, Kapolsek Sukaraja, Kompol Selaput Trisnawati menjelaskan bahwa banyak warga yang menghabiskan waktu di asing rumah menjelang buka puasa. Situasi itu dianggap berbahaya, karena mampu memicu penyebaran virus corona.

“Kegiatan yang kami lakukan ini diharapkan dapat memberikan nuansa agamis, humanis di tengah kamar Ramadhan dalam situasi pandemik itu, ” tutur Kapolsek.