Nurhadi Ditangkap KPK, Koleksi Mobilnya Miliaran Rupiah

VIVA – Mantan sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi di sebuah rumah di kawasan Simprug, Jakarta Selatan, Senin sore satu Juni 2020. Ia menjadi target lembaga antirasuah, terkait kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara.

Saat ditangkap, Nurhadi sempat melakukan perlawanan. Hal itu dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron. Saat dimintai penjelasan terkait upaya penanangkapan ini, Nurhadi serupa tidak kooperatif.

“Iya pintu tidak dibuka. KPK penyelarasan dengan RT setempat untuk menggelar paksa agar disaksikan, baru lalu dibuka paksa, ” ujar Ghufron, Selasa 2 Juni 2020.

Saat digerebek KPK, rumah yang diduga menjelma tempat persembunyian itu juga menyimpan istri dan anak-anak Nurhadi, dan menantunya, Rezky Herbiyono. Tersangka diketahui, telah jadi buronan selama 4 bulan.

Menyuarakan Juga: Ratusan Moge Ditilang, Langgar Social Distancing

KPK menyangka Nurhadi serta menantunya, Rezky Herbiyono, menerima uang sogok dan gratifikasi senilai Rp46 miliar. Suap diduga diberikan oleh Penasihat PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto, untuk sejumlah kasus perdata yang melibatkan perusahaannya.

Berdasarkan penelusuran VIVA Otomotif , Nurhadi mendaftarkan kekayaannya ke KPK dalam 2012. Itu adalah tahun introduksi ia menjabat, sebagai sekretaris pada MA.

Kala itu, harta yang dimiliki berjumlah Rp33, 4 miliar. Dibanding jumlah tersebut, sebanyak Rp7, 3 miliar dalam bentuk tanah dan bangunan. Nurhadi memiliki 13 negeri dan 5 tanah beserta gedung, yang lokasinya tersebar di beberapa kota.

Selain itu, ia juga memiliki beberapa instrumen mewah. Ada empat mobil dengan terdaftar atas namanya, dan semuanya berasal dari merek ternama. Beserta daftar kendaraan milik Nurhadi, yang total nilainya mencapai Rp4 miliar:

Toyota Camry 2010 – Nilai jual Rp600 juta

MINI Cooper 2010 – Nilai jual Rp700 juta

Lexus 2010 – Rp1, 9 miliar

Jaguar 2004 – Rp805 juta