Nyetir Mobil di Jakarta Masih Mampu ‘Santuy’

Nyetir Mobil di Jakarta Masih Mampu 'Santuy'

VIVA – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan Idul Fitri tahun tersebut tak disertai dengan waktu libur yang lama. Tak heran, jika mulai hari ini sudah ada warga yang kembali melakukan aksi pekerjaannya, baik dilakukan dari sendi maupun harus ke kantor.

Bagi yang memiliki kewajiban ke kantor di wilayah Ibu Kota, nampaknya masih bisa mengarungi berbagai ruas jalan tanpa harus memikirkan sistem ganjil genap. Ya, pembatasan arus lalu lintas dengan sistem ganjil genap tersebut belum diberlakukan untuk mobil-mobil yang melintasi jalanan Jakarta.

Data tersebut, diketahui dari laman jalan sosial Instagram Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Unggahan di akun itu menyebut, penerapan sistem pengaturan aliran lalu lintas berdasarkan plat cetakan mobil ganjil maupun genap, belum diberlakukan lagi di wilayah Pokok Kota.

“Sehubungan dengan diperpanjangnya masa PSBB DKI Jakarta, maka peniadaan Kebijakan Sistem Ganjil Genap juga diperpanjang hingga 04 Juni 2020, ” demikian keterangan gambar di akun Instagram @dishubdkijakarta, dikutip VIVA , Selasa 26 Mei 2020.

Baca pula: Terungkap Satu Fitur Canggih pada Skutik Cygnus-X 125, Adik Yamaha NMax

Masyarakat tetap diingatkan untuk bisa mengurangi aktivitas di luar rumah kecuali pada kondisi mendesak maupun darurat. Peristiwa ini berkaitan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar yang masih diterapkan sebab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Batasi mobilitas keluar rumah, jika memang terpaksa keluar rumah jangan lupa untuk selalu memakai masker, mengikuti aturan PSBB bidang Transportasi dan hati-hati di jalan dengan mengutamakan keselamatan, ” tulis akun tersebut.

Hal selaras, disampaikan juga oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar. Dia mengatakan, ganjil sempurna merupakan manajemen pengaturan arus semrawut lintas yang diterapkan di daerah DKI Jakarta.

Bersandarkan data dari kamera E-TLE, sebutan dia, jumlah kendaraan memang tahu meningkat dua minggu sebelum perjamuan Idul Fitri. Meski demikian, bagian tersebut masih dalam kategori lumrah, sehingga penerapan gage belum dilakukan.

“Volume kendaraan tersebut masih lumrah untuk bisa dianggap tidak diperlukan gage. Sehingga untuk gage kita masih perpanjang sampai dengan masa PSBB ini, sehingga untuk gage ini kita sedang belum perlukan, ” ujarnya di dalam konfrensi video beberapa waktu berarakan.