Ojol Diizinkan Angkut Penumpang, Ada Tapinya

VIVA – Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) sudah diberlakukan di DKI Jakarta. Tersedia beberapa aturan yang dibuat pemerintah daerah, salah satunya angkutan roda dua berbasis aplikasi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, secara tegas melarang pengemudi ojek online membawa penumpang selama PSBB berlangsung. Yaitu berlaku selama perut pekan sejak Jumat, 10 April 2020.

Tak cuma Anies, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, sebelumnya, juga telah melarang pengemudi berbasis aplikasi untuk mendatangkan penumpang. Sebagaimana yang termaktub di Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Cetakan 9 Tahun 2020.

Namun, kali tersebut perbedaan datang dari Kementerian Pertalian. Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, menyebut pengemudi ojol diizinkan membawa penumpang di wilayah yang telah ditetapkan PSBB. Namun, tentu saja ada syaratnya.

“Mengenai sepeda motor baik untuk kepentingan pribadi maupun masyarakat pada hal ini ojek, dalam kondisi tertentu dapat mengangkut penumpang tapi dengan syarat yang ketat bertemu dengan protokol kesehatan, “ujarnya bagaikan yang dikutip VIVAnews , Minggu 12 April 2020.

Lihat Serupa Keluaran HK

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud dia adalah pengemudi memakai masker, sarung tangan, dalam posisi sehat dan kendaraannya telah dilakukan disinfeksi.

“Pengemudi enggak diperbolehkan ketika suasana tidak sehat. Ini yang secara garis besar diatur dalam Permenhub (Nomor 18/2020), ” tutur Adita.

Menurut dia, peristiwa tersebut telah diatur dalam Susunan Menteri Perhubungan Nomor 18 Tahun 2020. Yang mengatur tentang Pengoperasian Transportasi dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

“Secara kadar besar peraturan tersebut mengatur 3 hal, yaitu pengendalian transportasi buat seluruh wilayah, pengendalian transportasi di wilayah yang ditetapkan sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar, dan pengendalian transportasi untuk kegiatan mudik tarikh 2020, ” kata dia.