Peristiwa Ini Sering Dialami Orang Nusantara saat Ingin Menjual Mobil

VIVA – Pasar mobil bekas di Indonesia terbilang cukup menggiurkan, meski para produsen gencar menghadirkan model baru setiap tahun. Alasan utamanya, yakni harga yang ditawarkan lebih murah.

Bahkan, tak jarang konsumen mampu mendapatkan unit dengan fitur bertambah mewah dari model baru, yang harga jualnya setara. Selain itu, pembeli juga tidak perlu menduduki satu bulan untuk proses pengurusan dokumen.

Data sejak survei yang dilakukan Carsome Nusantara menunjukkan, tahun ini 64 komisi orang berencana membeli kendaraan tanda pakai. Proses transaksi bakal dikerjakan pada April, karena dianggap era itu kondisi ekonomi sudah tiba kembali stabil.

Tak hanya itu, tidak sedikit juga yang berencana menjual mobil lama mereka pada tahun ini. Namun, mereka menemui sebanyak tantangan yang kerap dialami oleh para penjual mobil lainnya.

Sebelum adanya pembatasan baik berskala besar atau PSBB, kendala yang dialami para penjual organ bekas yakni masalah harga, kehormatan mobil yang masih kredit dan juga lamanya menunggu pembayaran sebab pembeli.

Setelah PSBB, jumlah yang mengalami masalah soal menjual mobil kredit meningkat lulus banyak, sementara tidak puas soal harga dan pembayaran persentasenya setara.

Seluruh keinginan penjual itu berusaha diakomodir oleh Carsome , dengan menyediakan beberapa layanan. Tiba dari pemeriksaan unit di 175 titik, pembayaran yang cepat had proses pengurusan dokumen yang tidak ribet.

Tahun ini, perusahaan juga berencana meluaskan usaha ke lini penjualan, di mana mereka berusaha dapat menawarkan keluaran mobil bekas ke konsumen.

“2021 akan membawa optimisme bagi para pelaku industri mobil bekas, sesudah dilanda pandemi COVID-19 sepanjang tahun lalu, ” perkataan General Manager Carsome Indonesia, Delly Nugraha saat konferensi pers maya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 19 Januari 2021.