Suzuki Carry, Legenda Indonesia yang Mendunia

VIVA – Tanpa disadari, Suzuki Carry memiliki peran dalam hidup dengan kita jalani saat ini. Mobil tersebut hadir untuk mengantar ke sekolah, menyediakan sembako yang dibutuhkan oleh setiap rumah, hingga membuat tempat tinggal.

Berawal dari model ST20 untuk mengangkut hasil panen cengkih di Sulawesi Utara, kini Carry menjelma sebagai alat transportasi multi fungsi yang jadi andalan para pengusaha dalam Indonesia. Bahkan, model ini pula bisa dikonversi menjadi ambulans, mengikuti pada zaman dahulu jadi andalan di ajang lomba balap slalom.

Nama besar Suzuki yang identik dengan produsen kendaraan irit serta awet, diwakilkan oleh Carry dengan sempurna selama lebih dari 40 tahun. Konsep I. L. M. U, yakni Irit bensin dan perawatan, Lama sempurna pakainya, Muatannya lebih banyak, serta Untung di ujung sampai saat ini masih melekat pada pikap tersebut.

Gelar sebagai Rajanya P ick Up diberikan bukan hanya karena kemampuannya sekadar, namun juga populasinya yang sangat banyak hingga penjuru negeri. Makin, Suzuki Carry Club Indonesia masa pertama berdiri pada 2019 awut-awutan menjadi komunitas mobil dengan anggota terbanyak, yakni 70 ribu orang.

Photo:

  • VIVA. co. id/Yunisa Herawati

Awal tarikh ini, PT Suzuki Indomobil Sales menghadirkan versi terbarunya. Ini ialah ubahan minor dari model New Carry yang meluncur di 2019. Kini mobil tersebut semakin gagah dengan bumper model hatched axe , serta aman bertemu regulasi karena dibekali alat pemadam api ringan atau APAR.

Pada tahun lalu, New Carry menjadi sorotan banyak orang sebab berhasil menjadi mobil pikap paling laris di Indonesia. Jumlahnya apalagi mengalahkan beberapa mobil penumpang terkemuka, yang selama ini mengisi kondisi tiga besar.

“Selama Januari-Oktober 2020, total penjualan retail New Carry Pick Up mencapai 31. 175 bagian dan berkontribusi hingga 60, 4 persen untuk segmen kendaraan niaga kecil. Kepercayaan pelanggan telah menjadikan Rajanya Pick Up ini sebagai pilar bagian kendaraan niaga ringan di Nusantara, ” ujar 4W Marketing Director SIS, Donny Saputra.

Photo:

  • VIVA/Jeffry Yanto

Dijual dengan harga mulai dari Rp152 jutaan, New Carry bisa memberikan keuntungan lebih untuk pemiliknya. Sebab, ada promo berupa servis gratis hingga jarak 50 ribu kilometer, termasuk pelumas & jasa. Selain itu, biaya perawatan berkalanya sampai 100 ribu kilometer juga sangat murah.

“Dibandingkan dengan kompetitor, biaya servis berkala New Carry lebih gampang 37 persen. Bahkan, jika dihitung sampai 100 ribu kilometer, biayanya itu di sekitar Rp6 jutaan saja, ” tutur Service Assistant Department Head SIS, Hariyadi.

Kisah legendaris Suzuki Carry dalam membangun negeri tidak semata-mata menjadi kendaraan penopang sektor daya mikro, kecil dan menengah atau UMKM saja. Kendaraan ini tercatat salah satu produk yang menyumbang devisa bagi negara.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, dikutip VIVA Otomotif Sabtu 30 Januari 2021, New Carry dikirim dalam kondisi utuh atau completely built up ke puluhan negara dengan jumlah beribu-ribu unit per tahun.

Wilayah yang menjadi negara bahan tersebar di berbagai benua, misalnya di Asia ada Brunei, Kamboja, Myanmar, Filipina, Taiwan, Thailand, serta Vietnam. Unit juga dikapalkan ke negara Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, serta beberapa wilayah di Amerika Selatan, bagaikan Bolivia, Curacao, dan El Savador.

Photo:

  • Suzuki Nusantara

All New Carry sintetis Indonesia juga ada di kira-kira negara di Amerika Tengah, yakni Guatemala dan Honduras. Sedangkan buat wilayah Kepulauan Karibia, Suzuki Indonesia mengirim unit ke Jamaika, St Kitts dan Tortola.

“Suzuki tengah memfokuskan diri pada produk-produk lokal, baik untuk pasar domestik maupun pasar mancanegara, seperti dalam kawasan Asia Tenggara, Amerika Latin, hingga Oseania. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pemulihan berbagai pabrik pendukung, sehingga dapat membantu negeri dalam memulihkan perekonomian saat tersebut, ” ungkap Assistant Department Head Production Planning Control PT Suzuki Indomobil Mesin, Aris Yuliantoro.