Tabrak PSBB, Sanksinya Enggak Main-main

Tabrak PSBB, Sanksinya Enggak Main-main

VIVA – Negeri Provinsi DKI mulai memberlakukan Penyekatan Sosial Berskala Besar pada Jumat 10 April 2020. Hal ini dilakukan, untuk mengurangi potensi penyaluran virus corona di Ibu Kota.

Ada beberapa metode dalam PSBB, yang harus dipatuhi oleh semua orang yang beraktivitas atau tinggal di Jakarta. Berangkat dari tetap tinggal di panti, hingga hanya bepergian untuk tujuan tertentu saja.

Hukum lain yang harus dipatuhi semasa PSBB, yakni pembatasan penumpang dalam transportasi umum maupun kendaraan awak, hingga pembatasan jam operasional.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo mengutarakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi pada masyarakat agar mematuhi aturan PSBB. Seluruh penumpang, baik dalam instrumen umum atau pribadi harus menjaga jarak.

“Kami selalu memberikan kesempatan kepada masyarakat, untuk bisa memahami lebih mendalam. Hari Senin kami sudah mulai lebih tegas lagi dalam hal penindakan, terhadap warga yang masih belum sesuai dengan ketentuan PSBB ini, ” ujarnya, dikutip dari laman Korlantas Polri , Sabtu 11 April 2020.

Lihat Serupa

Kabid Humas Polda Metro Hebat, Kombes Yusri Yunus menjelaskan, penindakan kepada mereka yang melanggar metode PSBB sudah diterapkan. Namun, pengenaan sanksi sesuai pasal 93 Undang-Undang nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, merupakan upaya norma terakhir.

“Sudah mulai efektif, mereka yang melanggar aturan dan melawan ana kenakan sesuai Pasal 93. Akan tetapi, itu upaya terakhir, ” tutur Yusri.

Berikut daya pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan:

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Kausa 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga membuahkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama satu (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100. 000. 000, 00 (seratus juta rupiah).