Taktik Travel ‘Gelap’ Tembus Check Point Pelarangan Mudik

VIVA – Aturan pelarangan mudik yang diterapkan Pemerintah untuk memutus ceroboh rantai penyebaran Virus Corona atau COVID-19 secara ketat diberlakukan. Penyekatan hidup yang menjadi pintu masuk serta keluar ke wilayah zona abang Corona, seperti Jabodetabek, tidak main-main dilakukan.

Namun, mematok saat ini masih saja tersedia pengendara pribadi maupun angkutan ijmal yang berusaha tembus check point itu. Mereka pun punya taktik tunggal dan kucing-kucingan dengan petugas.

Dilansir dari VIVAnews, Senin 27 April 2020, salah satunya yang terjadi di jalur Jakarta, Tangerang, Serang, hingga Kota Cilegon. Beberapa travel gelap berpelat hitam, berusaha menembus barikade pemeriksaan petugas ikatan.

Laksana yang dilakukan oleh Luxio Hitam berpelat nomor B 2576 TKX dan Luxio Putih berpelat nomor BE 1743 GR dengan 4 penumpang. Sang supir mengakui mengikhtiarkan petugas untuk bisa lewat dan mengantarkan penumpangnya hingga ke Terkatung-katung.

Sang supir pun menceritakan taktiknya. Mobil Daihatsu Luxio Hitam berpelat nomor B 2576 TKX itu berasal dari Cipulir, Jakarta dengan tujuh penumpang. Tempat berupaya mengelabui petugas gabungan yang berjaga di perbatasan Gerbang Tol Cikupa, agar lolos dari hadangan dan bisa sampai ke Pelabuhan Merak.

Kemudian, tempat menjemput tujuh penumpang lainnya di wilayah Jakarta yang sedang melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masuk ke dalam daerah merah, kemudian masuk tol JORR.

“Ada polisi yang jaga, kan terbengkalai, saya keluar tol Bitung, masuk tol Cikupa lagi, ” cakap supir travel pelat hitam itu, Donal.

Dia mengaku mencari jalan menghindari penyekatan personil kepolisian biar bisa mengantar tujuh penumpang travel nya menuju Lampung Tengah, Lampung. Tenggat akhirnya terkena penyekatan di syarat akhir, di Gerem Atas & Gerem Bawah.

Lihat Juga

Karena tak ada pilihan lain, dia pun diperintahkan memutar balik kembali lagi ke Jakarta. Dia mengiakan mengetahui adanya larangan mudik untuk wilayah zona merah COVID-19, namun tak ada pilihan lain, sebab terbentur kebutuhan ekonomi.

“Iya dikeluarin di sana, pada tol. Pulang lagi ini, ke Jakarta, ” terangnya.

Pihak kepolisian yang berjaga pada GT Merak mengaku menjalankan komando Presiden bahwa mudik dilarang. Asosiasi diimbau untuk mematuhinya, di mana, hanya kendaraan yang membawa kebutuhan barang pokok, alat medis serta barang saja yang diperbolehkan.

“Ini salah satunya secara mengurangi pergerakan lalu lintas kelompok yang lalu-lalang antar provinsi, maupun yang lalu-lalang wilayah PSBB, ” kata Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Wibowo, ditempat yang sama.

Sepanjang Sabtu, 25 April 2020, sudah 257 kendaraan yang disuruh putar balik, pada GT Cikupa. Kemudian, di carik GT Merak sebanyak 186 organ. Semuanya disuruh putar balik, merupakan instrumen penumpang dengan tujuan mudik ke wilayah Sumatera.

“Sampai saat ini kendaraan yang mempersiapkan mudik sudah mengalami penurunan tenggat 27 persen, ” jelasnya.

Pantau berita terkini pada VIVA Network terkait Virus Corona